tugas metode riset

Nama   : Murtiyatul Hasanah

NPM   : 16209601

KLS    : 3EA13

Jurnal Analisi (1)
Tema : Kenaikan Harga Bahan Pokok

Kenaikan Harga Beras
penulis : Akbar Zulfakar  2011

latar belakang :
akibat dari musim panca roba atau kemaru banyak sawah-sawah milik para petani mengalami kekeringan,yang mengakibatkan banyaknya petani mengalami gagal panen,hal tersebut berpengaruh terhadap naiknya harga beras di pasaran

Datangnya musim kemarau ekstrem belakangan ini telah membuat naiknya harga beras di pasaran. Hingga pekan pertama September, harga beras di pasar masih menunjukkan tren peningkatan harga. Kenaikan berkisar dari Rp 50 sampai Rp 300 per kilogramnya. Pada bulan sebelumnya kenaikan memang disebabkan oleh permintaan puasa dan Lebaran, namun saat ini kenaikan harga cenderung diakibatkan oleh kekhawatiran dampak cuaca terhadap produksi beras dalam negeri.

Peran Bulog untuk menstabilkan harga beras saat ini sangat diharapkan masyarakat. Untuk mencegah kenaikan harga, operasi pasar (OP) mesti digencarkan di seluruh wilayah Indonesia, terutama pada daerah yang kenaikan harganya paling tinggi. Pengawasan terhadap spekulan-spekulan penimbun beras juga senantiasa dilakukan. Selain itu, program pemberian beras raskin perlu ditingkatkan, karena telah terbukti efektif menekan harga beras.

Untuk mengantisipasi musim kemarau, Perum Bulog melanjutkan impor beras dari Vietnam dan Thailand. Oleh karena itu, efektifitas fungsi impor ini diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya. Sepatutnya kenaikan  harga yang terus menerus bisa diredam atau bahkan turun, karena harga beras internasional saat ini lebih murah 30% dibandingkan dengan harga beras dalam negeri. Namun begitu, penurunan juga tetap harus melindungi produsen dalam negeri.

Walaupun jika dihitung tanpa beras impor stok cukup hingga 4-5 bulan ke depan. Namun penyerapan beras oleh bulog dari petani lokal tetap perlu dimaksimalkan. Ditengarai kemampuan Bulog menyerap beras petani saat ini sangat minim, bahkan tertinggal jauh dari pelaku swasta. Diperkirakan serapan beras oleh Bulog tidak lebih dari 10%, sementara swasta menguasai 90% lebih.

Kawasan-kawasan langganan kekeringan tak boleh luput dari perhatian agar tidak mengalami kekurangan pasokan. Daerah-daerah yang surplus produksi Beras bisa mendistribusikan kepada wilayah yang mengalami kekurangan.

Negara yang subur seperti Indonesia sewajarnya tidak boleh memiliki permasalahan soal produksi pangan. Karena itu, ke depan, kita harapkan kebijakan pemerintah soal pangan lebih tepat, sehingga masyarakat membelinya dengan harga murah, di lain pihak petani juga harus sejahtera.

Masalah  :                                                                                                                     Datangnya musim kemarau mengakibatkan kenaikan harga beras di pasara

tujuan penelitian :
mengetahui penyebab dari kenaikanya harga beras,serta cara menanggulangi atau cara menstabilkan harga beras di pasaran seperti yang di harapkan oleh masyarakat

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: